Thursday, May 18, 2017

[[DB]] Chapter Two



Maaf  guys,... chapter 2 ini berbeda jauh dengan apa yang pertama kali kalian baca.
Dan ini lah yang baru...
Mohon maaf yah,... biarpun gak ada yang ngeVote aku akan tetap lanjutin ini cerita (walaupun jelek).
Ah sudahlah,... lagian aku bicara sama siapa ...
Yasudah lah... yang masih mau baca Happy Reading
~~~~~!Selamat Membaca!~~~~~

**sesampainya di hutan**

[[Ferent POV]]

Akhirnya sampai juga, capek banget aku jalan kaki dari rumah sampai sini (kira kira 500 meter dari rumah ku). Andaikan saja aku punya kekuatan untuk terbang atau kekuatan teleportasi, pasti lebih greget kayaknya Hahahaha

Eh iya dimana sih buah nya, kok aku cari cari gak ada. Perasaan tadi aku kesini tujuan nya bukan untuk mencari buah deh, tapi tadi aku bilangnya sama bunda mau cari buah durhaka banget kan ya kalau aku bohong sama bunda. Daripada aku dianggap bohong terhadap bunda dan akan menddapat banyak dosa, mendingan aku mencari buah saja dah. Aku pun jalan sambil lihat-lihat pohon disekitar, dan aku pun menemukan sebuah pohon durian yang tinggi banget.

Aku berencana untuk memanjat itu pohon untuk mengambil 3 buah kebetulan diatas ada banyak jumlahnya, namun aku gak sempat menghitungnya dan aku pun langsung memanjat pohon tersebut meskipun aku masih berumur 10 tahun, namun aku juga jago panjat pohon lho.. bahkan aku sudah terbiasa diatas pohon kelapa yang jika dilihat sebetulnya tinggi banget.

Setelah aku naik keatas, akupun memetik tiga buah durian tersebut dan aku jatuhkan buah itu kebawah ya iyalah, masak keatas. Dan aku pun langsung turun dari pohon itu.

Ketika aku turun dari pohon, aku berencana untuk langsung pulang, aku sudah mengambil langkah kearah jalan pulang. Dan ketika aku telah maju 6 langkah dari pohon tersebut menuju earah jalan pulang, aku mendengar ada seorang cewek pramuka aku tahu dia cewek pramuka karena dia pakai baju pramuka yang tengah berteriak-teriak. Aku pun terdiam dan menengok kebelakang sambil melihat lihat sekitar.

Aku pun mengabaikannya dan segera pergi lagi, ketika aku berjalan aku mendengar suara teriakan yang tadi lagi. Aku pun merasa kebingungan, dan aku berusaha mencari sumber suara teriakan tersebut. Aku berjalan menuju ke utara aku masih menghadap ke Timur dan semakin dekat,... semakin dekat,...keadaan serasa aneh,.. semakin dekat....dan
"Woooaaahhhh," teriak kami berdua. "Setan!!!" Lagi lagi kami berdua berteriak secara bersamaan.

Akupun menatap dia dan begitu sebaliknya dengan dia, dia masih menutup matanya karena ketakutan. Aku bilang kepadanya "Enak aja, masak gua ganteng ganteng gini dibilang Setan," dia membuka mata nya dan menatap kearahku sambil membalas ucapanku tadi. "Salah siapa ngagetin, kaget banget gua.”
"Gua juga kaget kale, bukan cuma elo. Btw elo ngapain teriak teriak."
"Hehehe, kita impas dong. Oh iya, gua teriak teriak karna gua ditinggal teman gua, eh lebih tepatnya musuh gua."
"Kok bisa nya,... eh btw, kamu mau ikut ke rumahku nggak. Jangan berfikir negatif yah... "
"Eh nggak perlu dah" jawab nya, tiba tiba perutnya berbunyi karena tanda ia kelaparan.
"Nah tu, perut lo bunyi. Lo lapar kan pasti... mampir aja ke rumah gua, dirumah banyak makanan."
"Nggak perlu dah, ngerepotin. Lagian gua pengen pulang ke perkemahan, tapi gua gak tahu harus jalan kemana."
"Nah maka dari itu, lo ikut gua kerumah... ntar biar abang gua yang anterin lo."
"Iya deh, tapi janji yah gak ngapa ngapain."
"Yaelah, gua masih kecil kali, ngapain gua kayak gitu," akupun berjalan menuju kearah jalan pulang kerumah. "Eh ayuk, katanya mau ikut"
"Iya terima kasih -__- " dia pun mengikutiku.

Disepanjang perjalanan kami hanya beradu diam, gak ada satupun yang memulai percakapan diantara kami. Dipertengaham jalan, aku mendengar keluhannya bahwa ia merasa kecapekan meskipun ia hanya mengatakannya dengan sangat lirih.
"Masih lama gak yah,... capek nih." lirihnya sambil mengelus kakinya yang tertutup oleh rok yang panjang.
"Baru setengah perjalan,.. mau gua gendong??" Ucapku yang diiringi dengan kekagetannya.
"Eh!!..... kok lu bisa denger yang gua bicarakan." Ucapnya kaget.
"Bisa lah,.. nggak ada yang gak gua bisa. Hahahaha" Balasku dengan diiringi tawaan kecil.
"Coba buktikan!! Lo jatuhkan buah jeruk diatas gua tanpa elo menyentuhnya." Tantangnya
"Oke, lo tunggu aja." Jawabku yang sedikit merasa kebingungan. Akupun hanya bisa membatin dihati "Waduh,... gimana ini, gua gak bisa..."
Aku hanya memandang jeruk diatas cewek itu dengan mengharapkanya agar jatuh, tiba tiba... BRUK!!!! . Jeruk itu terjatuh dan menimpa kepala cewek pramuka tadi.
"Eh,.. apa apaan ini. Kenapa elo jatuhin ke kepala gua."
"Eh,. Enggak enggak..." sewotku.
"Ah boong luh!!" Dia sewot lagi.
"Ah terserah elu dah." Jawabku mengalah karena aku sudah tidak ingin melanjutkan perdebatan lagi.

Akupun hanya merasa bingung dengan kejadian tadi, aku mencoba terus berfikir, mungkin itu hanya suatu kebetulan.
"Eh, coba elu Teleportasi kita deh ke rumah elu." Ucapnya dengan nada mengejek ala menggoda
"Gak mungkin, hal semacam itu hanya mustahil." Jawabku dengan sewot.
"Ah elu gak pernah lihat film??" Tanya dia
"Gak pernah, itu hanya fiksi."
Dia hanya terkekeh kecil, "Tapi itu ada yang menceritakan hal nyata." Lanjutnya
"Ah gak peduli." Jawabku secara langsung.
"Coba aja lu lakukan."
"Okeh gua lakukan, biar elu bahagia."
"Yaudah lakukan."
"Gimana caranya, gua aja gak tahu."
"Yah,... mungkin elu bayangin kek tempat kemana elu mau Teleportasi, atau... elu baca mantra deh."
"Mantra apaan,... gak percaya gua sama mantra."
"Yah,.. kan cuma percobaan."
"Yaudah,... mantra nya apa coba."
"Mungkin,... Demi kerang ajaib... bawalah kami ke tempat yang ingin kami kunjungi.... itu kayaknya."
"Oke gua coba, gua akan bayangin tempat dirumah gua."
"Bagus,... gua tutup mata dulu yah."
"Terserah elo."

Akupun membayangkan sebuah tempat yang berada dirumahku, lebih tepatnya kubayangkan sebuah ruang tamu yang disana sedang ada kehadiran Bunda dan Kak Izar yang sedang menonton acara televisi. Dan akupun ditegur agar langsung membacakan mantra atau sebuah puji-pujian.
"Gua baca mantra sekarang kah? ... " Tanyaku kepada cewek itu.
"Ya terserah elu sih... tapi lebih baiknya sekarang deh." Jawab nya sedikit kesal.
"Oke sekarang,... Demi kerang ajaib,... bawalah kami ke tempat yang ingin kami kunjungi..."

Tiba tiba,... suasana dihutan menjadi dingin, angin yang datang menerpa rambut indah ku, cahaya matahari yang menyinari berubah menjadi gelap, pohon pohon disekitar menghilang semua entah kemana, aku hanya diam kebingungan dan menahan rasa pusing yang tiba tiba datang kepada ku, ku tutup mata ku beberapa saat hingga akhirnya aku membuka mataku disaat yang sama dengan berhentinya pusing kepala dan dingin nya angin.
Tanpa ku sadari, kini kami telah berada di ruang tamu di rumahku. Aku sedikit kebingungan, kulihat dia masih diam mematung tanpa gerak apapun, dan kulihat juga ada kak izar dan bunda yang sedang menonton televisi di ruang tamu.
Tetapi aneh nya, gambar di telivisi itu tidak bergerak sama sekali. Kulihat jam dinding yang berada tepat diatas televisi itu detiknya tidak berjalan.
~~Thanks All For Your Reading~~
THANKS ALL, KARENA SUDAH MAU MEMBACA CERITA GAK JELAS SAYA.
SEMOGA KALIAN TIDAK BOSAN BOSAN, SARAN DAN KRITIK KALIAN SANGAT SAYA BUTUHKAN. VOTE KALIAN JUGA SANGAT BERARTI BAGI SAYA *Puppy Eyes*
TERIMA KASIH :D :)

No comments:

Post a Comment