(NGOMONG SAMA SIAPA LAGI . NGIMPI BANGET KALAU ADA ORANG YG SUKA CERITA INI, KALAU NGIMPI JANGAN TINGGI TINGGI KALI)
~~~~~!Selamat Membaca!~~~~~
[[Author POV]]
Pagi hari yang sangat
cerah di sebuah hutan yang jauh dari pedesaan, ada seorang anak yang
sedang bermain main di hutan bersama kakak nya.
"Kakak... tungguin adik dong." ucap Ferent
"Adik sih, lambat larinya" jawab kak Izar mengejek
"Ah... kakak. Adik takut digigit harimau tau" rengek Ferent
"Hahaha,.. biarin, yang ada, harimau nya yang takut sama adik " ejek kak Izar.
"Aduh !!!!!." Ferent
terjatuh karena tersandung akar pohon yang besar, karena kepalanya
dahulu yang membentur tanah dengan keras, dia pun pingsan.
Kak Izar terkejut,
karena dia tak mendengar suara adiknya lagi, dia pun terbang ke tempat
terakhir kali ia melihatnya, dan dari atas dia pun melihat adiknya jatuh
tak sadarkan diri tergeletak ditanah, dia segera menghampirinya.
"Adik bangun ah, bercanda nya gak lucu deh. Nanti gak kakak ajak mancing lagi lho." ucap kak Izar dengan gelisah.
Kak Izar pun
menggelitiki perut adiknya untuk memastikan bahwa adiknya tidak
bercanda, dan hanya keheningan lah yang menjawab perkataan kak Izar.
Akhir nya kak Izar
memutuskan untuk langsung menggendong adiknya. Tiba tiba *WoW * mereka
berdua menghilang dari hutan dengan kekuatan teleportasi kak Izar.
**** di dalam rumah****
*WoW*
tiba tiba mereka berdua muncul di sebuah kamar, ya itu kamar adik –yang
mempunyai kasur dengan panjang dan lebarnya 3m x 2,5m, lemari baju
besar berpintu 2, 1 tv 41 inch, 1 lemari es besar ber pintu 2, kamar
mandi yang luasnya 6m x 6m– dan kakak pun langsung menurunkan adik yang
usia nya 5 tahun lebih muda darinya (umur kak izar 15 tahun) ke atas
kasur.
Setelah kak Izar
menurunkan adiknya, kak Izar duduk di sebelah adiknya sambil mengusap
muka adik yang kotor (karena tadi) dengan menggunakan tangan nya.
Karena suasana di kamar
adik sangat enak untuk tidur atau lebih tepatnya sangat sejuk, tanpa
disadari kak Izar tertidur disebelah adiknya.
*** 1 jam kemudian ***
Ferent tersadar dari
pingsan nya, dia merasa kebingungan. Karena setahu dia, dia sedang
berlari lari mengejar kakaknya yang telah meninggalkan nya.
"Ini adik dimana yah, wah kok adik ada di. kamar sih." ucapnya dengan kebigungan.
Ferent pun baru tersadar
jika sedang ada kakaknya yang sedang tertidur disebelahnya, dan dia
membangunkan kakak nya dari mimpi yang indah dengan menggoyang goyangkan
tubuh kakak nya.
"Apaan sih dik, gangguin aja. Keluar sana dari kamar kakak." ucap kak izar.
"Apaan sih kak, ini kan kamar adik. Lihat noh ada nama adik." ucapnya sambil menunjuk sebuah papan nama dari kayu.
Kak Izar tersenyum dan
langsung melemparkan pertanyaan ke Ferent. "Hehehehe... kan bercanda
dik, eh iya emang nya ada apa dik?."
"-_- iniloh kak,...
kenapa adik bisa di kamar, perasaan tadi adik lagi lari ngejar kakak
dihutan deh deh -_-." ucapnya dengan bingung.
"Tadi adik tersandung akar pohon dan jatuh terus pingsan. Makan nya adik tuh jangan lari lari 😜 ." sahut kak Izar
" -_- ooh jadi adik pingsan..." jawab adik "Siapa suruh ninggalin adik" lanjutnya dengan nada sebal.
"Hehehe kan maaf dik, adik sih lucu kalau lagi ketakutan" cengir kak izar
"Ah tau ah. Eh iya, kak izar kan belum mandi, bau tauk." ledek Ferent
"Kyaaaa, yang bilang kan sama aja belum mandi... wlek." Kak Izar membalasnya dengan lidah yang menjulur keluar
"Ya biarin dong, lagian adik kan bau nya wangi."
"Terserah adik lah, kakak mau mandi dulu." kak Izar berjalan ke kamar mandi
"Enak aja,... ini kan kamar mandi adik. Kakak kan ada kamar mandi sendiri sih di kamar kakak." jawabnya dengan sebel
"Siapa yang peduli, wleek. Eh iya, ketika kakak mandi, jangan macam macam masuk ke kamar kakak lho. "
"Ngapain masuk ke kamar kakak, gak penting. Mendingan adik main ke hutan."
"Yaudah sana, jangan main lama lama yah dan hati hati nanti jatuh lagi baru tahu rasa."
"Mau ngusir yah kak -_-. Adik gak bakalan jatuh lah, ah sudah lah. Adik langsung ke hutan saja."
"Awas lho ya kalau masuk ke Kamar kakak." Teriak kak Izar dari dalam kamar mandi Ferent pun langsung
pergi dari kamar dan menuju ke pintu depan. Sesampainya di pintu depan,
Ferent langsung keluar rumah. Kebetulan didepan ada bunda, Ferent
menyempatkan diri untuk pamit ke Bunda
"Bun, adik main ke hutan dulu yah bun."
"Memang nya ada apa dik."
"Pengen cari buah bun, siapa tahu ada buah yang sudah masak."
"Oh yasudah, hati hati yah dik."
"Iya bun, adik langsung saja ke hutan ya bun." Ferent pun berjalan menuju kehutan setelah dia mencium punggung tangan bunda.
"Eh iya dik, jangan pulang sore sore yah."
"Iya bun, gak sampai sore kok." teriak Ferent
~~~~~~~(0)_(0)~~~~(0)_(0)~~~~~~~
Lanjutan nya sudah aku tambahkan guys,... terima kasih telah membaca cerita saya.
MAAF YAH,... CERITA YANG INI BERBEDA DENGAN CHAPTER YANG KEMARIN .DAN TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA SAYA.
SEMOGA KALIAN SUKA DAN TIDAK BOSAN. Komentar dan Saran anda sangat saya butuhkan, vote dan dukungan kalian sangat berharga bagi saya.
SEMOGA KALIAN SUKA DAN TIDAK BOSAN. Komentar dan Saran anda sangat saya butuhkan, vote dan dukungan kalian sangat berharga bagi saya.
Maaf kalau ada typo. Karena saya kalau mengetik cepat, jadinya terkadang salah pencet huruf keyboard
Love you reader.....
Untuk yang silent reader, kalau bisa aku minta vote nya yah.....
Untuk yang silent reader, kalau bisa aku minta vote nya yah.....
No comments:
Post a Comment